Minggu, 17 Juli 2011

RANUM WAJAHMU

Aku tak bisa merangkai kata seindah pujangga
untuk mencurahkan rasa yang bergejolak di dada
meggulai rindu dengan ungkapan puisi

hanya bisa kutatap ranum wajahmu
dengan dekapan embun yang biru.
meracik rasa dengan alunan nada

Bintang bintang dan rembulan tersipu malu
menawarkan cahayanya di bahasa malam
menjadi istana rindu yang megah

Puisipun hanya rangkaian yang tersimpan
hingga malam berganti dengan fajar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar